Menampik mitos, di masyarakat, banyak beredar sejumlah mitos penyebab gigi berlubang yang sering kali dipercayai kebenarannya. Padahal, semuanya belum tentu benar.
Sakit gigi sungguh tidak menyenangkan. Rasa sakitnya bahkan bisa membuat orang menangis. Gigi berlubang umumnya menjadi penyebab awal kita menderita sakit gigi. Sakit gigi menjadi problem kesehatan yang juga serius bagi banyak orang karena dapat mengganggu segala aktivitas.
Hasil penelitian Fakultas kedokteran gigi Universitas Indonesia menyebutkan, sekitar 80% orang Indonesia mengidap penyakit gigi berlubang. Data itu sesuai dengan hasil survei kesehatan rumah tangga (SKRT) 2004 yang dilakukan Kementrian Kesehatan (kemenkes). Data tersebut menunjukkan prevalensi gigi berlubang di Indonesia adalah 90,05%.
Fakta lainnya, Orang Indonesia yang menderita penyakit gigi dan mulut tersebut bersifat agresif kumulatif. Artinya, jika bakteri sekali melakukan itu, dia akan memiliki satu tempat kecil yang nyaman untuk hidup dan memproduksi asam, dan biasanya tempatnya sulit dijangkau sikat gigi dan benang floss, seperti dilansir WebMD, Jika dibiarkan, bakteri akan melanjutkan metabolisme karbohidrat dan memproduksi asam. Dan akhirnya, gigi yang berlubang akan menjadi semakin membesar hingga kemudian menjadi sangat menyakitkan.
Jadi, sebenarnya yang menjadi penyebab gigi berlubang bukanlah jumlah karbohidrat yang Anda makan, melainkan lama waktu gigi terpapar karbohidrat tersebut. Jika Anda mengonsumsi banyak karbohidrat saat makan siang, tentu itu merupakan paparan yang besar. Namun, kalau Anda seharian menyeruput minuman manis secara terus-menerus itu akan jauh lebih berbahaya untuk gigi Anda.
Mitos selanjutnya yaitu paparan makanan asam dapat menyebabkan kerusakan gigi. Faktanya, asupan makanan asam seperti lemon, jus citrus, atau minuman ringan tidak menyebabkan gigi berlubang, tetapi bisa membuat email gigi dalam bahaya. Asam akan memicu terjadinya erosi pada email gigi yang bertugas sebagai lapisan pelindung gigi. Hal itu akan melemahkan gigi.
Ketika Anda kehilangan perlindungan dari email gigi dan terpapar hingga pusat dentin, maka gigi menjadi lebih renta rusak. Mitos ketiga adalah seseorang akan tahu kalau giginya sedang berlubang. Itu adalah mitos yang salah besar, gigi berlubang yang ringan tidak memperlihatkan gejala apa-apa.
Rasa sakit yang dialami saat sakit gigi datang sebenarnya mengindikasikan kerusakan sudah masuk dalam tahap parah dan menyebabkan kerusakan pada saraf. Membiarkan gigi berlubang tidak terobati terus-menerus, hanya akan memperburuk rasa nyeri dan semakin mahal biaya untuk memperbaikinya.
